Kamis, 16 Juni 2011

ISLAM DAN LINGKUNGAN HIDUP


ISLAM DAN LINGKUNGAN HIDUP
Oleh : Sumarno

A.   Latar Belakang
Sebagai mahluk yang paling mulia, maka Allah Swt mengangkat manusia sebagai penguasa di bumi. Sebagaimana Firman Allah Swt dalam Al- Quran surat Al An,am, Ayat 165, yang berbunyi :
uqèdur Ï%©!$# öNà6n=yèy_ y#Í´¯»n=yz ÇÚöF{$# yìsùuur öNä3ŸÒ÷èt/ s-öqsù <;M»y_uyŠ Ù÷èt/ öNä.uqè=ö7uŠÏj9 Îû !$tB ö/ä38s?#uä 3 ¨bÎ) y7­/u ßìƒÎŽ|  É>$s)Ïèø9$# ¼çm¯RÎ)ur Öqàÿtós9 7LìÏm§ ÇÊÏÎÈ
Artinya: “Dan dia lah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya dan Sesungguhnya dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.
Untuk mengatur bumi dan segala isinya itulah maka manusia dianugerahi akal yang sempurna. Selain itu juga Allah Swt memberikan petunjuk yang dibawa oleh para Nabi dan Rasul, itulah yang disebut dengan “Agama”, yang didalamnya ada petunjuk dan pedoman hidup yaitu kitab ( al-Qur’an ). Dengan akalnya manusia dapat mencapai kemajuan dalam segala bidang. Sedangkan dengan agama manusia akan sejahtera lahir dan batin baik di dunia maupun di akhirat. Sebagai penguasa di bumi, manusia berkewajiban untuk mengolah alam sekitar untuk kesejahteraan dan kebahagiaan hidupnya. Oleh karena itu, segala yang terdapat di  bumi, daratan dan lautan dan begitu pula yang terdapat di dalam perut bumi harus diolah, digarap dan digali supaya hasilnya dapat dinikmati untuk kehidupan manusia. Sebagaimana Firman Allah Swt dalam Al-Quran Surat Al-Huud, Ayat 61 yang berbunyi :
4n<Î)ur yŠqßJrO öNèd%s{r& $[sÎ=»|¹ 4 tA$s% ÉQöqs)»tƒ (#rßç6ôã$# ©!$# $tB /ä3s9 ô`ÏiB >m»s9Î) ¼çnçŽöxî ( uqèd Nä.r't±Rr& z`ÏiB ÇÚöF{$# óOä.tyJ÷ètGó$#ur $pkŽÏù çnrãÏÿøótFó$$sù ¢OèO (#þqç/qè? Ïmøs9Î) 4 ¨bÎ) În1u Ò=ƒÌs% Ò=ÅgC ÇÏÊÈ                                                                                                              
Artinya : Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka shaleh. Shaleh berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. DiaTelah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya[726], Karena itu mohonlah ampunan-Nya, Kemudian bertobatlah kepada-Nya, Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya)."

Dari ayat tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa manusia dijadikan penghuni dunia memang untuk menguasai dan memakmurkan bumi dan alam sekitarnya untuk kesejahteraan manusia itu sendiri. Tentang bagaimana menguasai, mengolah dan memakmurkan bumi dan sekitarnya al-Qur’an telah memberikan jawaban yang terbaik untuk manusia.
B.  Pandangan Islam terhadap Lingkungan Hidup
Ekosistem adalah suatu system dimana terdapat suatu keseimbangan ekologis, ( Aly, 1991: 69 ).[1]
Menurut UURI No 23 ( 1997 ,pasal 1 ayat 4 ) disebutkan bahwa ekosistem adalah tatanan unsure lingkungan hidup yang merupakan kesatuan untuk menyeluruh dan saling mempengaruhi dalam membentuk keseimbangan, stabilitas, dan produktifitas linkungan hidup.[2]
Menurut Abdul Cader Asmal dan Mohammad Asmal pengertian lingkungan hidup adalah segala sesuatu yang hidup didaratan maupun dilautan yang berada dialam sekitar kita, misalkan manusia , tumbuhan, hewan dan organism-organisme.[3]
Ekosistem merupakan satuan kehidupan yangterdiri atas suatu komunitas makhluk hidup dari berbagai jenis dengan berbagai benda mati yang membentuk suatu system. Ekosistem dicirikan dengan berlangsungnya pertukaran materi dan transformasi energi yang berlangsung di antara berbagai komponen dalan system itu sendiri maupun dengan system yang lain.
Hal ini dijelaskan dalam al-Qur’an surat al-Baqarah: 22 yang berbunyi :
Ï%©!$# Ÿ@yèy_ ãNä3s9 uÚöF{$# $V©ºtÏù uä!$yJ¡¡9$#ur [ä!$oYÎ/ tAtRr&ur z`ÏB Ïä!$yJ¡¡9$# [ä!$tB ylt÷zr'sù ¾ÏmÎ/ z`ÏB ÏNºtyJ¨V9$# $]%øÍ öNä3©9 ( Ÿxsù (#qè=yèøgrB ¬! #YŠ#yRr& öNçFRr&ur šcqßJn=÷ès? ÇËËÈ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar