Senin, 06 Februari 2012

RPP


REVISI
RENCANA  PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Makalah ini disusun guna memenuhi tugas
Mata Kuliah : Pengembangan Materi Pembelajaran dan Kurikulum
Dosen Pengampu : Dr. Mahmud Arief, M.Ag

Disusun oleh :
N a m a                  :   Sumarno
NIM.                      :   10.226.142
Kelas/No. Absen   :   B / 17
Program                 :   Pendidikan Islam
Konsentrasi            :   Pendidikan Agama Islam
Minat                     :   PAI Pada Sekolah Umum



UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
1433 H / 2011 M

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)
(Kelas XI Semester 1 )
Oleh :Sumarno


A.     PENDAHULUAN         
1.          Latar Belakang Masalah
Strategi adalah suatu kegiatan pembelajaran yg harus dikerjakan oleh guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dpt dicapai secara efektif dan efesien, yang didalamnya terdapat suatu rencana pembelajaran yang akan dilaksanakan.                                                                              
Nana Sudjana mendefinisikan strategi dengan usaha guru melaksanakan rencana pembelajaran; usaha guru menggunakan pelbagai komponen pembelajaran agar dpt mempengaruhi siswa mencapai tujuan yang telah ditetapkan.[1] 
Sedangkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan telah dijabarkan dalam silabus. Lingkup Rencana Pembelajaran paling luas mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) atau beberapa  indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih.
Setiap mata pelajaran mempunyai nilai-nilai tersendiri yang akan ditanamkan dalam diri anak didik. Hal ini disebabkan oleh adanya keutamaan fokus dari tiap mata pelajaran yang tentunya mempunyai karakteristik yang berbeda-beda.
Mengutip pendapat Dick and Carey, Hamzah B. Uno menyebutkan lima komponen yang bisa tercakup dalam rencana pembelajaran, yaitu (1) kegiatan pembelajaran pendahuluan, (2) penyampaian informasi, (3) partisipasi siswa, (4) tes (evaluasi), dan (5) kegiatan lanjutan.
Setidaknya terdapat 3 hal pokok yang perlu diperhatikan guru dlm melaksanakan strategi pembelajaran: tahapan pembelajaran, model/pendekatan pembelajaran, dan prinsip pembelajaran (seperti motivasi, individualitas, kooperasi-kompetisi, integrasi). 
Tahapan pembelajaran meliputi : tahap pendahuluan, tahap inti (instruksional), tahap penutup dan tindak lanjut.
Pendekatan dalam pembelajaran; sebagian ahli yang membaginya menjadi dua, yakni pendekatan yg berorientasi pada guru (tipe otokratis) dan pendekatan yg berorientasi pada siswa (tipe demokratis); sebagian lainnya membagi menjadi empat.[2] (Sudjana, 2005:153), yaitu (1) pendekatan ekspositeri yg bertolak dari pandangan bahwa tingkah laku kelas dan penyebaran pengetahuan dikontrol dan ditentukan oleh guru.
Prinsip-prinsip penggunaan strategi pembelajaran      
a.          Berpusat pada peserta didik (seperti guru melakukan diagnosis terhadap peserta didiknya, menempatkannya sbg subyek pembelajaran)
b.         Mengembangkan kreativitas peserta didik (seperti memberi kesempatan peserta didik untuk berinteraksi secara bebas-terarah, menumbuhkan rasa percaya dirinya dan kemampuannya memecahkan masalah)
c.          Menciptakan kondisi menyenangkan dan menantang (semisal menumbuhkan motivasi belajar, memanfaatkan media yang menarik, merangsang rasa ingin tahu peserta didik)
d.         Bermuatan nilai, etika, estetika, logika, dan kinestetika
e.          Menyediakan pengalaman belajar yang beragam (Sanjaya, 2005: 102-103)
2.           Rumusan Masalah
Dari latar belkang tersebut mka penulis merumuskan suatu masalah
a.          Apakah pengertian RPP itu ?
b.         Apakah tujuan dan fungsi RPP dalam pembelajaran ?
c.          Bagaimanakah rencana pelaksanaan pembelajaran yang baik ?
B.      PEMBAHASAN
1.          Pengertian RPP  dalam proses belajar mengajar
Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) diartikan sebagai satuan program pembelajaran yang dikemas untuk satu atau beberapa kompetensi dasar untuk satu atau beberapa kali pertemuan. Sehingga RPP berisi garis besar tentang apa yang akan dilakukan oleh guru dan peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung, baik untuk satu kali pertemuan atau beberapa kali pertemuan.[3]
Dalam UU No 20 tahun 2003 Pasal 36 Ayat 1 dan 2 tentang Standart Nasional Pendidikan salah satu implementasinya adalah pengembangan kurikulum berdasarkan standart nasional pendidikan dan berdasarkan diversifikasikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik.[4]
Salah satu komponen yang mengacu pada prinsip tersebut adalah perencanaan proses pembelajaran yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Pasal 20 bahwa “ Perencanaan proses pembelajaran meliputi Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP ) yang sekurang-kurangnya memuat tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil beljar “.[5]
Setiap mata pelajaran mempunyai nilai-nilai tersendiri yang akan ditanamkan dalam diri anak didik. Hal ini disebabkan oleh adanya keutamaan fokus dari tiap mata pelajaran yang tentunya mempunyai karakteristik yang berbeda-beda.
Pendidikan karakter  merupakan hal yang baru sekarang ini meskipun bukan sesuatu yang baru. Penanaman nilai-nilai sebagai sebuah karakteristik seseorang sudah berlangsung sejak dahulu kala. Akan tetapi, seiring dengan perubahan jaman, agaknya menuntut adanya penanaman kembali nilai-nilai tersebut ke dalam sebuah wadah kegiatan pendidikan di setiap pengajaran.
Penanaman nilai-nilai tersebut dimasukkan ke dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dengan maksud agar dapat tercapai sebuah karakter yang selama ini semakin memudar.
      2.     Tujuan dan fungsi RPP pembelajaran.
Menurut Syaiful Bahri Djamarah, tujuan memiliki arti yang sangat penting dalam setiap melakuakan tindakan, yang mana dapat memberikan arah yang jelas dan pasti, kemana arah tindakan dibawa. Dengan berpedoman pada tujuan, maka guru dapat menyeleksi tindakan mana yang harus dilakukan dan yang harus ditinggalkan.[6]
Tujuan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran adalah untuk : ( 1 ) mempermudah, memperlancar dan meningkatkan proses hasil belajar mengajar, (2) dengan menyusun rencana pembelajaran secara profesional, sistematis dan daya guna, maka guru akan mampu melihat, mengamati, dan menganalisis, dan memprediksi, program pembelajaran sebagai kerangka kerja yang logis dan terencana.[7]
Sementara fungsi RPP adalah sebagai acuan bagi guru untuk meleksanakan kegiatan belajar mengajar agar lebih terarah dan berjalan secara efektif dan efesien serta bersifat fleksibel.

3.    Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP) yang baik.
Menurut Kunandar, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP ) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian proses pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam standart isi dan dijabarkan dalam silabus.[8]
Menurut E. Mulyasa, Penyusunan program pembelajaran akan bermuara pada pelaksanaan pembelajaran (RPP), sebagai produk program pembelajaran jangka pendek, yang mencakup komponen program kegiatan belajar dan proses pelaksanaan program.[9]
Komponen komponen RPP antara lain :
a.           Identitas mata pelajaran
b.          Standart kompetensi dan kompetensi dasar
c.           Materi pembelajaran
d.          Strategi pembelajaran
e.           Sarana dan sumber pembelajaran
f.           Penilaian dan tindak lanjut.
Adapun langkah- langkah dalam menyusun RPP dalah sebagi berikut :
1)         Identitas mata pelajaran
Berisi nama mata pelajaran, kelas, semester, dan alokasi waktu ( jam pertemuan ).
2)         Standart kompetensi dan kompetensi dasar
Berisi tulisan standart kompetensi dan kompetensi dasar sesuai dengan standart isi.
3)         Indikator   
Pengembangan indikator dilakukan dengan berbagai pertimbangan :
a)      Setiap KD dikembangkan menjadi beberapa indikator ( lebih dari dua indikator )
b)      Indikator harus menggunakan kata kerja operasional yang lebih rendah atau setara dengan kata kerja dalam SK dan KD.
c)      Prinsip pengembangan indikator adalah Urgensi Kontinuitas, relevansi, dan Kontektual.
d)     Keseluruhan indikator dalam satu KD merupakan tanda-tanda, perilaku, dan lain-lain untukpencapaian kompetensiyang merupakan kemampuan bersikap, berfikir, dan bertindak secara konsisten.
4.     Materi Pembelajaran
Materi pembelajran berisi judul yang harus dikembangkan yang sudah termuat dalam silabus dengan memperhatikan indikator untuk mencapai SK dan KD. Untuk menghindari meluas dan melebarnya materi pembahasan maka perlu memperhatikan kevalitan, situasi, tingkat kemanfaatan, kelayakan dipelajari, menarik atau tidak materi itu dipelajari.
5.     Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran diambil dari indikator.
6.     Strategi Pembelajaran
Menurut Wina Sanjaya, “Strategi Pembelajaran merupakan salah satu materi penting dalam upaya menciptakan efektivitas pembelajaran. Instrumen-instrumen yang terkait dengan pembelajaran tersebut sangat erat terkait dengan sebuah strategi pembelajaran yang juga menjadi bagian integral dari rangkaian kegiatan yang melibatkan berbagai komponen pembelajaran. Bahkan seorang tokoh pendidikan,[10]
Menurut Kemp, strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Sementara itu menurut Dick dan Carey, strategi pembelajaran lebih diartikan sebagai suatu set materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersama-sama untuk menimbulkan hasil belajar pada siswa.[11]
Dari pengertian strategi pembelajaran di atas, setidaknya ada dua hal penting yang terkait, yaitu : pertama, strategi pembelajaran merupakan rencana tindakan (rangkaian kegiatan), termasuk penggunana metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya/kekuatan dalam pembelajaran; kedua, strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu. Artinya, penyusunan langkah-langkah pembelajaran, pemanfaatan berbagai fasilitas dan sumber belajar semuanya diarahkan dalam upaya pencapaian tujuan.
Dua kategorisasi di atas, dalam kenyataannya menemukan perbedaan dengan pendapat Saiful Bahri dkk. Menurut mereka, ada empat strategi mendasar dalam proses pembelajaran, antara lain; (1) mengidentifikasi serta menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku dan kepribadian anak didik sebagaimana yang diharapkan; (2) memilih sistem pendekatan pembelajaran berdasarkan aspirasi dan pandangan hidup masyarakat; (3) memilih dan menetapkan prosedur, metode dan teknik proses pembelajaran yang dianggap paling tepat dan efektif sehingga dapat dijadikan pegangan oleh guru dalam menunaikan proses pembelajaran; (4) menetapkan norma-­norma dan batas minimal keberhasilan atau kriteria serta standar keberhasilan sehingga dapat dijadikan pedoman oleh guru dalam melakukan evaluasi hasil kegiatan pembelajaran.
Dari uraian di atas, strategi pembelajaran merupakan konsep penting dalam mendesain kegiatan pembelajaran. Karena terdapat beberapa masalah sehubungan dengan strategi pembelajaran yang secara keseluruhan diklasifikasi menjadi sembilan, yaitu : (1) konsep dasar strategi pembelajaran; (2) sasaran kegiatan belajar; (3) proses pembelajaran sebagai suatu sistem; (4) hakikat proses pembelajaran; (5) perilaku siswa; (6) pola-­pola belajar siswa; (7) memilih sistem pembelajaran; (8) pengorganisasian kelompok belajar; (9) pengelolaan atau implementasi proses pembelajaran.[12]
Konseptualisasi strategi pembelajaran di atas jauh sebelumnya sudah diterapkan oleh Rosulullah sebagai paradigma pembelajaran. Sebagai sebuah rencana, strategi pembelajaran sangat berguna bagi proses pembelajaran itu sendiri dan menjadi bahan evaluasi dengan lain ungkapan, strategi pembelajaran diartikan sebagai desain awal proses pembelajaran yang meliputi perencanaan, proses dan evaluasi. Karena sebagai sebuah konsep yang bersifat universal, maka strategi pembelajaran sesungguhnya disusun untuk memenuhi subjek proses pembelajaran yaitu guru dan siswa.
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi belajar yang ada mengatakan dua hal, yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Namun ada juga yang mengatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi belajar itu ada tiga yaitu : faktor raw input, environmental input dan instrumental input. Di samping itu bahkan faktor-faktor yang mempengaruhi pembelajaran dikemukakan secara fokus terhadap subjek pembelajaran, berbeda dengan klasifikasi yang pertama dan kedua. Adanya perbedaan instrumen yang terkait dengan pembelajaran tersebut, penulis secara sistematis berupaya menguraikan kedua perbedaan tersebut. Pendapat Dr. Wing Sanjaya, M.Pd, yang menyebutkan bahwa terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kegiatan proses pembelajaran, dengan menyebut empat faktor yaitu faktor guru, faktor siswa, sarana dan prasarana dan lingkungan.[13]






Bagan faktor-faktor yang mempengaruhi pembelajaran


 














Pelaksanaan pembelajaran merupakan implementasi dari RPP yang meliputi : kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup.
1. Kegiatan Pendahuluan
Dalam kegiatan pendahuluan guru :
a)         Menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran
b)         Mengajukan pertanyaan–pertanyaan yang mengaitkan materi yang seblumnya dengan materi yang akan dipelajari.
c)         Menjelaskan tujuan pembelajaran dan kompetensi dasar yang akan dicapai
d)        Menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian materi sesuai silabus.

2.  Kegiatan Inti
Pelaksanaan kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD Yang dilakukan secara interaksi, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik agar aktif dan kreatif serta mampu mandiri mengembangkan bakat dan minat sesuai dengan perkembangan fisik dan psikologis peserta didik.
Kegiatan inti harus memperhatikan metode yang disesuiakan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran yang mencakup kegiatan eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi.
a.  Kegiatan Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru melakukan kegiatan berikut :
1. Melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber.
2. Menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber bekajar lain
3. Memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lain
4. Melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran
5. Memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.
Adapun macam-macam alternatif kegiatan eksplorasi :
1)             Membaca tentang
2)             Mendengar tentang
3)             Berdiskusi tentang
4)             Mengamati model (teks/karya)
5)             Mengamati demonstrasi
6)             Mengamati stimulasi kasus
7)             Mengamati 2 perbandingan (yang salah dan yang benar)
8)             Mencoba melakukan kegiatan tertentu
9)             Membaca kasus (bedah kasus)
10)         Talk show
11)         Berwawancara dengan sumber tertentu (menggali informasi)
12)         Observasi terhadap lingkungan
13)         Mencoba melakukan kompetensi dengan kemampuan awalnya
14)         Mencoba bereksperimen
15)         Bernyanyi (berkaitan dengan konsep yang akan dibahas)
16)         Bermain (berkaitan dengan konsep yang akan dibahas)

2. Kegiatan Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru melakukan hal-hal berikut :
a)  Membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna
b)   Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis
c)    Memberi kesempatan untuk berfikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut
d)   Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif
e)    Memfasilitasi peserta didik berkompetensi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar
f)    Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok
g)   Memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok
h)   Memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan
i)     Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik
      Macam-macam alternatif kegiatan elaborasi :
1)             Diskusi/mandiri
2)             Mengidentifikasi ciri
3)             Menemukan konsep
4)             Melakukan generalisasi
5)             Mencari bagian-bagian
6)             Mendeskripsikan persamaan dan perbedaan
7)             Memasukkan dalam kelompok yang mana    (memilah-milah)
8)             Membandingkan dengan dunia nyata atau pengetahuan yang telah dimiliki (analisis beda dan persamaannya)
9)             Menganalisis mengapa terjadi begini / begitu dari hasil eksperimen / demonstrasi
10)         Meramalkan apa yang akan terjadi dari eksperimen
11)         Mengidentifikasi mana yang beda/sama dengan model bandingkan/kriteria dan mana yang lebih baik
12)         Mengidentifikasi apa yang salah/benar, mengapa salah/benar
13)         Mengurutkan
14)         Mengelompokkan
15)         Mengkombinasikan
16)         Menyusun mana yang berhubungan dan mana yang tidak
17)         Manghubung-hubungkan (mencari model hubungan)
18)         Memasangkan contoh dan bukan contoh (memanfaatkan model bandingan untuk elaborasi)
3. Kegiatan konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru melakukan kegiatan-kegiatan berikut :
a)         Memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik
b)         Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi paserta didik melalui berbagai sumber
c)         Memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan
d)        Memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar
e)         Berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar
f)          Membantu menyelesaikan masalah
g)         Memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi
h)         Memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh
i)           Memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif
Macam-macam alternatif kegiatan konfirmasi :
1)             Penyimpulan
2)             Memberikan balikan apa yang dikerjakan peserta didik
3)             Penjelasan mengapa salah
4)             Penjelasan mana yang benar dan yang salah
5)             Meluruskan yang salah
6)             Menegaskan yang benar
7)             Melanjutkan/menambahkan yang kurang
8)             Mengangkat kasus yang salah dan yang benar menjelaskan mengapa salah/benar
9)             Menyimpulkan konsep, kriteria, prinsip, cara mencapai yang lebih baik, contoh dan bukan contoh
10)         Memperluas contoh yang benar dan yang salah
11)          Menjelaskan bagaimana seharusnya
12)          Menciptakan rubric
                              
Contoh Skenario
a)         KD yang berfokus pada pemahaman konsep :
b)         Pendahuluan
(1) Menunjukkan gambar peristiwa dan bertanya jawab tentang hal yang terkait dengan kompetensi dasar
(2) Bertanya jawab tentang apa yang akan dipelajari dan manfaatnya
(3) Menginformasikan tujuan yang akan dicapai
(4) Apersepsi (bertanya jawab tentang konsep dasar yang berkaitan)
c)          Kegiatan inti
(1) Melakukan modeling/simulasi untuk menemukan konsep (eksplorasi)
(2) Bertanya jawab/berdiskusi tentang model/simulasi yang telah dilakukan (elaborasi)
(3) Menyimpulkan langkah yang benar untuk melakukan (elaborasi)
(4) Praktik melakukan secara bergantian/dalam kelompok (elaborasi)
(5) Saling mengomentari praktik yang dilakukan dan umpan balik atau penguatan dari guru (konfirmasi)
d)        Kegiatan Penutup
(1) Merefleksi apa yang telah dilakukan dan manfaatnya dalam kehidupan
(2) Mengambil hikmah dari kegiatan yang dilakukan
(3) Memberi tugas lanjutan
C.     PENUTUP
1.          Kesimpulan
a.          Perencanaan pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan telah dijabarkan dalam silabus. Lingkup Rencana Pembelajaran paling luas mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) atau beberapa  indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih.
b.         Setiap mata pelajaran mempunyai nilai-nilai tersendiri yang akan ditanamkan dalam diri anak didik. Hal ini disebabkan oleh adanya keutamaan fokus dari tiap mata pelajaran yang tentunya mempunyai karakteristik yang berbeda-beda.
c.          Perencanaan sangat penting dalam melakukan segala hal.
2.          Saran-Saran
 Dalam melaksanakan perencanaan pembelajaran hendaknya dilakukan secara sistematis dan terstruktur agar tujuan pembelajaran dapat tercapai denggan baik dan tepat sasaran.









CONTOH RPP ASPEK AKIDAH KELAS X SEMESTER II  

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
( R P P )

Nama Sekolah           :  SMA/MA .............................
Mata Pelajaran          : Pendidikan Agama Islam
Kelas/Semester           : X / 1
Waktu                        : 6 x 45 menit
Aspek                         : Aqidah


A.  Standar Kompetensi
1.         Meningkatkan keimanan kepada Allah melalui malaikat-malaikatnya.
B.  Kompetensi Dasar
1.         Menjelaskan tanda beriman pada malaikat
2.         Menampilkan contoh-contoh perilaku beriman pada malaikat
3.         Menampilkan perilaku cerminan beriman pada malaikat dalam kehidupan sehari-hari.
C.  Indikator Pencapaian Kompetensi        :
Indikator Pencapaian Kompetensi
Nilai Budaya Dan Karakter Bangsa
  Mampu  menjelaskan pengertian iman  kepada malikat.
  Mampu menjelaskan tanda-tanda iman kepada malaikat
  Mampu menjelaskan dan menampilkan perilaku beriman pada malaikat.
  Mampu menampilkan cerminan perilaku beriman pada malaikat.
  Mampu membedakan orang beriman pada malaikat dengan  yang tidak beriman pada malaikat.

Religius, jujur, santun, disiplin, tanggung jawab, cinta ilmu, ingin tahu, percaya diri, menghargai keberagaman, patuh pada aturan, sosial, bergaya hidup sehat, sadar akan hak dan kewajiban, kerja keras, dan adil.


Kewirausahaan/ Ekonomi Kreatif :
  Patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya.
  Toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain
  Percaya diri (keteguhan hati, optimis).
  Berorientasi pada tugas (bermotivasi, tekun/tabah, bertekad, enerjik).
  Pengambil resiko (suka tantangan, mampu memimpin)
  Orientasi ke masa depan (punya perspektif untuk masa depan)

D.  Materi Ajar (Materi Pokok)
  Pengertian iman pada malikat
  Tanda-tanda beriman pada malaikat
  Contoh-contoh perilaku beriman pada ,malaikat
  Penerapan beriman pada malikat dalam setiap perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

E.  Metode Pembelajaran:
  Ceramah , Tanya jawab dan Praktek

F.   Tujuan Pembelajaran
Siswa diharapkan mampu untuk :
  Mampu  menjelaskan pengertian iman  kepada malikat.
  Mampu menjelaskan tanda-tanda iman kepada malaikat
  Mampu menjelaskan dan menampilkan perilaku beriman pada malaikat.
  Mampu menampilkan cerminan perilaku beriman pada malaikat.
  Mampu membedakan orang beriman pada malaikat dengan  yang tidak beriman pada malaikat.

G.     Strategi Pembelajaran
Tatap Muka
Terstruktur
Mandiri
  Siswa mengamati buku sumber yang berkaitan pengertian malikat
  Bertanya jawab tentang kaitannya dengan malikat.
  Siswa menganalisis Al-Qur’yang berkaitan dengan iman pada malaikat
  Membaca arti dan menjelaskannya
  Mengetahui nama-nama malikat dan tugasnya
  Menerapkan perilaku yang mencerminkan iman pada malikat dalam kehidupan sehari-hari

Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
a.   Kegiatan Awal
-      Guru memberi salam dan memulai pelajaran dengan mengajak siswa   berdoá bersama sebelum memulai pelajaran.
-      Siswa menyiapkan kitab suci Al Qurán dan membuka ayat-ayat tentang malaikat
-      Secara bersama membaca Al Qurán selama 5 – 10 menit
-      Guru menjelaskan secara singkat materi yang akan diajarkan dengan kompetensi dasar yang akan dicapai.

b.   Kegiatan Inti
Dalam kegiatan inti, guru dan para siswa melakukan beberapa kegiatan sebagai berikut:
Elaborasi
Untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan siswa tentang materi pembelajaran keimanan pada malaikat
-      Guru mengawali dengan mengajukan beberapa pertanyaan, contohnya:
·         Sebutkan rukun iman yang kedua !
·         Apa yang anda ketahui tentang malaikat ?
-      Guru menunjuk setiap siswa  untuk menyebutkan jumlah rukun iman
-      Guru menunjuk setiap siswa  untuk mencoba menjelaskan tentang malikat sesuai dengan kemampuan siswa.
-      Guru menjelaskan tentang arti nama-nama malaikat sesuai dengan tugasnya seperti yang terdapat dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 285 :
Segala mereka yang beriman kepada Alloh dan Malaikatnya”.
Eksplorasi
-      Selanjutnya siswa menyebutkan nama-nama malaikat dan tugasnya
-      Selanjutnya, guru mengajukan beberapa pertanyaan tentang nama malikat dan tugasnya
-      Setelah selesai guru menjelaskan arti pentingnya beriman pada malikat
-      Guru menjelaskan kepada siswa akan hikmah yang terkandung dalam beriman pada malaikat..

Konfirmasi
-      Beriman pada malaikat  banyak mengandung nilai-nilai sikap dan perilaku yang utama, seperti manusia adalah makhluk Allah yang mulia dan mampu melakukan segala sesuatu yang baru namun dibalik semua itu Allahlah  Yang Berkuasa dan Yang Menentukan . Jika direnungkan, betapa besar ketergantungan kita kepada-Nya.
c.   Kegiatan Akhir (Penutup)
-      Guru meminta agar para siswa membaca sekali lagi tentang dalil-dalil tang menjelaskan tentang beriman oada mmalaikat
-      Guru meminta agar para siswa rajin beribadah layaknya seorang malaikat yang tak pernah menentang perintah Alloh SWT
-      Guru menutup / mengakhiri pelajaran tersebut dengan membaca doá.
-      Guru mengucapkan salam kepada para siswa sebelum para siswa keluar kelas dan siswa menjawab salam.
H.  Penilaian
  Tes perbuatan (Performance Individu)
  Tes tertulis
I.    Bahan/Sumber Belajar
  Al Quran dan terjemahan Departemen Agama RI
  Buku paket pelajaran PAI SMA kelas I









J.   Lembar Penilaian
I. Tes Tertulis
No.
Butir – butir Soal
Kunci Jawaban
1.
Beriman pada malikat hukumnya
Wajib
2.
Malaikat menurut al-Quran diciptakan dari ……
Nur, cahaya
3.
Perilaku yang mencermin kan kepasrahan bahwa hanya Allahlah Tuhan yang wajib disembah tanpa terkecuali. Adalah cerminan sifat Allah …..

Wahid

II. Tes Sikap
No.
Pernyataan
SS
S
TS
STS
1.
Ibadah seharusnya selalu diniatkan mencari Ridlo Allah dengan Keikhlasan dan selalu memurnikan niat




2.
Allah Yang Berkuasa dan Yang Menentukan .




3.
Apakah akan aku jadikan pelindung selain dari Allah yang menjadikan langit dan bumi, padahal Dia memberi makan dan tidak memberi makan.




dst
……………………………………………….




Keterangan :                                Skor Tes Sikap:
SS             = Sangat Setuju                                     = 50
S              = Setuju                                                = 40
TS             = Tidak Setuju                                                = 10
STS          = Sangat Tidak Setuju                         = 0

III. Portofolio
Tes pengalaman dilakukan dengan menggunakan portofolio dimana guru mencatat pengalaman agama berdasarkan antara lain:
-      apa yang dilihat;
-      laporan rekan guru dan pegawai lainnya; dan
-      laporan dari orangtua murid atau siswa.
                                                                                                                                                                       
Mengetahui
Kepala Sekolah SMAN 1 Blora



_________________________
NIP

.............. , ...............................
Guru Bidang Studi PAI



_________________________
NIP

Tidak ada komentar:

Posting Komentar